Review Skincare Dr. Ferihana - Paket Super Ekonomis Brightening dan Flex

Kamis, 29 Oktober 2020

 

                                www.ferihanacosmetics.com

Terakhir kali pakai skincare itu awal tahun 2019 lalu, wajah yang agak kusam, sudah kelihatan kerutan di area mata, jadi pengen perawatan lagi. Saya putuskan untuk beli serangkaian produk halal dari skincare yang lagi banyak dicari tapi mudah didapat, yup anggap saja skincare "X". Saya beli saat sedang di Malioboro Yogyakarta, di salah satu tempat perbelanjaan di sana. Seneng dong punya skincare baru, lengkap dan berharap punya wajah yang bersih, glowing, bebas jerawat. Skincarenya berupa milk cleanser, toner, facial wash, scrub, night cream, daily cream dan serum. Beberapa hari pakai skincarenya ga ada masalah, tapi lama kelamaan mulai ga nyaman karena timbul bintik-bintik kecil atau semacam jerawat. Jadi kepikiran apa yang salah, saya baca-baca lagi katalognya sudah betul urutan pakainya. Saya pakai untuk daily, ko jadi oily wajah saya, dan bintik-bintiknya timbul lebih banyak. Mulai ga nyaman akhirnya saya tidak lanjut rangkaian pemakaiannya tapi masih pakai facial wash untuk bersihkan wajah. 

Sekian lama dianggurkan skincare yang ada, pas lagi beberes saya kumpulkan semuanya dan saya berniat untuk hibah bagi yang mau, tapi mikir lagi siapa yang mau, akhirnya belum pernah saya post atau tawarkan ke siapapun, dan jadi menganggur skincare yang ada.

Lama ga pakai apapun walau hanya facial wash, dan saat hamil anak kedua jadi kepengen banget merawat diri. Memang, hamil anak kedua ini ada spesialnya, saya jadi suka beberes, bersih-bersih, menanam, memasak, pengen juga merawat diri. Sebelumnya ga terlalu antusias gitu, firasat saya si baby perempuan, tapi itu masih rahasia yang Maha Kuasa, saya terima pemberian Allah, laki-laki atau perempuan.

Awal mula kenal produk Dr. Ferihana skincare ini ketika saya di Islamic Book Fair 2019 Malang. Saat saya lewat stand Dr. Ferihana skincare ini, mbak penjaganya menawarkan tes kulit gratis, hasilnya kulit saya kurang terawat, maklum memang ga perawatan. Saya tidak langsung beli karena khawatir tidak cocok dan harganya pun yang terbilang agak mahal, sampai waktunya saya merasa butuh di tahun 2020, baru saya searching instagramnya karena saya masih simpan brosurnya.

Saya tanya dulu skincare yang cocok yang mana untuk tipe kulit saya ini, setelah konsultasi dan kirim foto wajah, sang admin memberikan rangkaian produk yang dimaksud. Saya pesan dan dua hari kemudian barang baru dikirim. Kurang  dari sepekan paket dari Yogja sampai, tak menunggu lama, malamnya saya pakai. Pertama buka facial washnya harum sekali, setelah bersihkan wajah, saya aplikasikan night cream dan saat mengoleskan ke wajah agak perih di bagian tertentu. Saya tanya admin yang sebelumnya saya konsultasi, beliau menjawab kalau itu termasuk prosesnya, ada beberapa pengguna juga merasakan hal yang sama tetapi masih aman dan beliau menyarankan untuk tetap dilanjutkan karena bahan yang terkandung di dalamnya alami dan aman.

Untuk pemakaian daily cream, saya tidak merasa perih diwajah, alhamdulillah aman. Untuk beberapa kali pemakaian night cream saya masih merasakan perih di bagian wajah tertentu, setelah itu tidak lagi. Setelah sepekan, saya merasakan perbedaan. Wajah jadi lebih bersih, tidak kusam atau kucel seperti sebelumnya. Yang melihat saya pun berpendapat lebih cerah dari sebelumnya. Alhamdulillaah ada perantara pencerah selain berwudlu. Ukuran yang saya pakai sangat ekonomis jadi saya pakai sedikit-sedikit dan tipis-tipis supaya awet, setidaknya sampai sebulan cukup.

Menurut saya, harga Dr. Ferihana skincare lebih mahal dari yang lain. Tapi in syaa Allah aman dipakai untuk jangka lama, dan hasilnya tidak langsung glowing karena pasti ada proses yang tidak sebentar. Selain produk yang sudah saya pakai, masih banyak produk skincare yang lain yang bisa dipakai untuk perempuan atau laki-laki. Harus sisihkan uang tabungan yang lumayan banyak ni bu ibu. Hehehe. Kalau sudah perawatan, istri pasti senang dan bahagianya pun akan dirasakan suami. Suami juga perlu dukung untuk perawatan istri, supaya istrinya tetap awet muda dan cantik. Ibu bahagia, seisi rumah in Syaa Allah bahagia. 

Untuk melihat produk yang lainnya bisa dilihat di website atau instagram ferihanacosmetics.com atau dr.ferihana.cosmetics. Aman untuk ibu hamil dan menyusui, dan yang terpenting adalah halal.

"Aku Ingin Sendiri ibu"

Selasa, 13 Oktober 2020

Terkadang persoalan mandi saja bisa jadi panjang karena anak ingin terus bermain tanpa diganggu. Diwaktu lain, meminta anak untuk mandi adalah hal yang mudah. Kemarin sore adalah saat pertama kali Amin (anak pertama saya) ingin pergi buang air kecil sendiri, ia tidak mau ditemani ibunya untuk masuk kamar mandi seperti biasanya. "Ibu di luar aja", pintanya. Saya mencoba untuk masuk lagi, "Ibu di luar aja", pintanya lagi. Rupanya ia bersiap-siap pipis sendiri sebelum mandi. 

Saya bisa mengintipnya dari luar karena pintu kamar mandinya tidak tertutup rapat. Setelah pipis, saya minta ia untuk menyiram bekas pipisnya beberapa kali, dan tanpa diminta ia guyurkan air sendiri ke atas perutnya untuk membersihkan diri. Saat saya minta untuk cebok sendiripun ia faham dan langsung cebok bukan hanya mengguyurkan air.


shifapratiwi.com

Persoalan toilet training, Amin sudah mulai toilet training saat beumur satu setengah tahun. Awalnya setelah keluar dari rumah sakit karena leukositnya tinggi, mengharuskan Amin harus buka diapernya karena beberapa hal. Awalnya saya stress karena ia pipis dan pup di sembarang tempat di rumah. Tapi akhirnya saya terbiasa membersihkan bekas pipis dan pupnya di lantai sambil terus saya beri pengertian untuk pipis dan pup di toilet. Setelah sekian lama toilet training dan tak terlepas dari emosi, Amin bisa untuk diajak kerja sama dan mulai terbiasa untuk meminta pipis dan pup di toilet.

Bulan depan Amin genap tiga tahun, saya perhatikan ia sudah tambah faham untuk hal kemandirian. Perasaannya pun saya rasa sudah tambah peka untuk hal-hal nasihat, kesedihan, kemarahan, lupa, dan lain-lain. Ada saja setiap hari hal yang membuat saya kagum karena tingkah dan celotehnya. Ada saja aksi baru yang ia tampilkan, atau tiba-tiba ada keahlian baru yang ia tunjukkan. Memang kadang terkadang ada juga hal diluar dugaan yang membuat emosi jadi tak karuan, tapi akhirnya kita berdamai kembali, meminta maaf dan memafkan. Duh, jadi drama ibu dan bocil.

Sejak dua bulan lalu, saya coba membiasakan Amin untuk melepas celana dan baju sendiri, meski harus masih dibantu, saya yakin setelah tiga tahun nanti ia bisa melepas pakaiannya sendiri disusul dengan memakai pakaiannya sendiri. Kini ia tumbuh besar dan akan terus membesar. Semoga kelak menjadi pemimpin yang shalih, mengayomi dan disayang. Aamiin.








Membuat Ayam Geprek Terenak

Minggu, 11 Oktober 2020


 Jadi setiap kali beli ayam geprek di luar, makan di tempat atau dibawa pulang rasanya selalu enak, bumbunya enak dan terutama sambalnya ko bisa sih berminyak gitu. Auto saya coba masak sendiri di rumah supaya bisa menghemat daripada makan di luar. Saya masak ayam geprek sendiri ya hampir mendekati tekstur dan rasa dari yang saya beli di luar tapi tetep belum marem alias belum puas hasilnya.

Nah, untuk kali ini saya bikin yang kesekian kalinya ternyata ini ayam geprek tersukses yang pernah saya bikin. Pas lihat hasilnya alhamdulillah bisa kayak fried chicken gitu, si tepungnya itu bisa kriuk-kriuk garing. Dagingnya juga empuk puk. Penasaran kan gimana bikinnya gimana? Check it out:

Bahan-bahan yang diperlukan:
Ayam                      Setengah kilo (500 gr)
Jeruk nipis               1 buah
Garam                     2 Sdm
Minyak wijen           1 Sdm
Kecap asin               1 Sdm
Gula                         1/2 Sdm
Kaldu ayam              1 Sdm
Lada bubuk              1/2 Sdm
Minyak goreng      Secukupnya

Bahan untuk tepung krispi:
Tepung terigu           10 Sdm penuh
Garam                     1/2 Sdm
Gula                        1/2 Sdm
Lada                       1/2 Sdm
Kaldu ayam             1/2 Sdm
Air                          Secukupnya untuk pencelup

Bahan untuk membuat sambal geprek:
Cabe rawit              15-20 buah sesuai selera
Garam                     1/2 Sdm
Gula                        1/2 Sdm
Bawang putih           1-2 buah

Cara membuat:
1. Rendam ayam dengan perasan air jeruk nipis dan satu sendok makan garam, diamkan selama 15 menit kemudian cuci bersih.
2. Rendam ayam dengan minyak wijen, kecap asin, satu sendok makan garam,  gula, lada bubuk dan kaldu ayam selama kurang lebih 1 jam di dalam chiller kulkas.
3. Setelah satu jam, siapkan wajan dengan minyak goreng.
4. Balut ayam dengan tepung yang sudah diberi bumbu.
5. Celupkan ayam ke dalam air kemudian masukkan lagi ke dalam tepung sambil sedikit diremas agar tepung menempel pada ayam.
6. Kepruk ayam pelan-pelan dari tepung dan goreng ayam sampai terendam di dalam minyak. Ayam bisa dimasukkan setengahnya terlebih dahulu.
7. Ulak cabit rawit, garam, gula dan bawang putih sampai halus kemudian tambahkan minyak yang tadi dibuat untuk menggoreng ayam, campur semua.
8. Masukkan ayam goreng tadi ke dalam sambal dan geprek perlahan.
9. Ayam geprek siap dihidangkan dengan nasi hangat.


Adik kakak om tante semuanya pasti bisa buat ayam geprek terenak di rumah, kalau saya sambil tunggu ayamnya direndam selama satu jam, saya sambi dengan pekerjaan lainnya. Kalau mau membuat lebih sedikit ayam gepreknya, tinggal pakai ilmu kira-kira ala chef andalan dapur. Selamat mencoba!