"Aku Ingin Sendiri ibu"

Selasa, 13 Oktober 2020

Terkadang persoalan mandi saja bisa jadi panjang karena anak ingin terus bermain tanpa diganggu. Diwaktu lain, meminta anak untuk mandi adalah hal yang mudah. Kemarin sore adalah saat pertama kali Amin (anak pertama saya) ingin pergi buang air kecil sendiri, ia tidak mau ditemani ibunya untuk masuk kamar mandi seperti biasanya. "Ibu di luar aja", pintanya. Saya mencoba untuk masuk lagi, "Ibu di luar aja", pintanya lagi. Rupanya ia bersiap-siap pipis sendiri sebelum mandi. 

Saya bisa mengintipnya dari luar karena pintu kamar mandinya tidak tertutup rapat. Setelah pipis, saya minta ia untuk menyiram bekas pipisnya beberapa kali, dan tanpa diminta ia guyurkan air sendiri ke atas perutnya untuk membersihkan diri. Saat saya minta untuk cebok sendiripun ia faham dan langsung cebok bukan hanya mengguyurkan air.


shifapratiwi.com

Persoalan toilet training, Amin sudah mulai toilet training saat beumur satu setengah tahun. Awalnya setelah keluar dari rumah sakit karena leukositnya tinggi, mengharuskan Amin harus buka diapernya karena beberapa hal. Awalnya saya stress karena ia pipis dan pup di sembarang tempat di rumah. Tapi akhirnya saya terbiasa membersihkan bekas pipis dan pupnya di lantai sambil terus saya beri pengertian untuk pipis dan pup di toilet. Setelah sekian lama toilet training dan tak terlepas dari emosi, Amin bisa untuk diajak kerja sama dan mulai terbiasa untuk meminta pipis dan pup di toilet.

Bulan depan Amin genap tiga tahun, saya perhatikan ia sudah tambah faham untuk hal kemandirian. Perasaannya pun saya rasa sudah tambah peka untuk hal-hal nasihat, kesedihan, kemarahan, lupa, dan lain-lain. Ada saja setiap hari hal yang membuat saya kagum karena tingkah dan celotehnya. Ada saja aksi baru yang ia tampilkan, atau tiba-tiba ada keahlian baru yang ia tunjukkan. Memang kadang terkadang ada juga hal diluar dugaan yang membuat emosi jadi tak karuan, tapi akhirnya kita berdamai kembali, meminta maaf dan memafkan. Duh, jadi drama ibu dan bocil.

Sejak dua bulan lalu, saya coba membiasakan Amin untuk melepas celana dan baju sendiri, meski harus masih dibantu, saya yakin setelah tiga tahun nanti ia bisa melepas pakaiannya sendiri disusul dengan memakai pakaiannya sendiri. Kini ia tumbuh besar dan akan terus membesar. Semoga kelak menjadi pemimpin yang shalih, mengayomi dan disayang. Aamiin.








Posting Komentar