Mengapa Kita Harus Berbekam? Ini Alasannya!

Selasa, 19 Januari 2021


Bekam berawal dari pengobatan tradisional . Baik kedokteran tradisional Cina, Arab, Yunani, India dan Persia. Kini ilmu kedokteran modern sudah menemukan secara luas manfaat bekam untuk mengobati berbagai kasus penyakit. Wikipedia Indonesia mendefinisikan bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan Al-Hijamah berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam Bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa Melayu dikenal dengan istilah bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.(http://id.wikipedia.org/wiki/Bekam)

Saya baru mengenal bekam tahun 2013 dan memelajari bekam tahun 2014. Alhamdulillaah bisa mempraktekkannya untuk keluarga dan teman. Banyak manfaat bekam yang sudah dibuktikan baik para terapis atau dokter pada para pasiennya. Pengalaman saya pribadi dengan pembekaman pada beberapa titik di punggung saya, syaraf-syaraf punggung menjadi rilex dan setelah dilakukan pembekaman, badan saya secara keseluruhan terasa ringan, kepala pun terasa ringan luar biasa.

Saya belajar bekam di sebuah griya pendidikan bekam Thibbun Nabawi di daerah Bekasi selama empat bulan, materi bekam pada saat itu sudah selesai dan memasuki materi akupuntur. Sebenarnya program pendidikan Thibbun Nabawi tersebut harus ditempuh selama satu tahun. Tentu saya belum lulus untuk keseluruhan mata kuliah yang ditawarkan. Saya ingin berbagi materi atau resume yang pernah saya dapat dari salah satu dokter yang mengajar saya dan teman-teman di kelas, beliau adalah dokter Zen.  Berikut ini adalah resume mengapa kita harus melakukan bekam.

Salah satu praktisi dan guru dari para pembekam di Indonesia khususnya menjelaskan sebagai berikut:

Salah satu penyebab penyakit adalah karena banyaknya timbunan oksidan di dalam tubuh.

Oksidan muncul karena “kekalahan” sistem daya tubuh dengan penyerang dari luar tubuh manusia. Sistem daya tahan tubuh terdiri dari leukosit, hormon, dan enzim dikalahkan oleh penyerang dari luar tubuh. Seperti bakteri, virus dan parasit, akibatnya daya tahan tubuh melemah.

Pemberian anti oksidan sebetulnya hanya menjaga agar oksidan tidak bertambah tinggi, tetapi oksidan sendiri yang menjadi biang masalah tidak dikeluarkan dari tubuh. Oksidan memang harus dikeluarkan. Kalau tidak ia akan jadi biang onar yang menimbulkan berbagai ketidaknyamanan.

Dikalangan medis sendiri, lebih mengutamakan pemberian antioksidan ini dibandingkan dengan mengeluarkan oksidannya. Selama ini para dokter tidak terlalu memperhatikan masalah oksidan. Mereka lebih banyak berkutat dengan penyebab penyakitnya.

Metode untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh dikenal dengan nama oxidant Releasing Theraphy (ORT) hijamah, bekam, terapi oksidan, chantuk, kop, dsb. Ini merupakan salah satu teori dasar bekam. Bekam mengeluarkan oksidan di medical term. 

Zat yang kehilangan satu buah elektronnya, oleh karena itu dia cenderung menarik electron dari sekitarnya. Inilah yang disebut oksidan. Salah satu contohnya adalah ROS (Reactie Oxygen Species).

Radikal bebas termasuk oksidan, tapi oksidan belum tentu radikal bebas. Definisi radikal bebas adalah suatu molekul yang memiliki electron tidak berpasangan pada orbit terluarnya, jadi jika ia cenderung merebut electron molekul lain agar ia menjadi stabil. Dengan demikian radikal bebas dapat mengoksidasi zat lain.

Oksidan adalah zat yang bisa mengoksidasi zat lain tapi belum tentu ia berada dalam keadaan kekurangan electron pada orbit terluarnya. Misalkan hydrogen peroksida (H2O2), ia bisa mengoksidasi zat lain, misalkan lemak, tapi ia bukan radikal bebas sebab ia tidak memiliki electron tidak berpasangan pada orbit terluarnya.

Anti oksidan adalah zat yang bisa menyumbangkan elektronnya pada radikal bebas agar  menjadi stabil dengan akibat ia sendiri menjadi zat prooksidan namun cenderung lebih stabil dibandingkan radikal bebas.

Radikal bebas atau sering disebut oksidan merupakan molekul molekul yang sangat reaktif di dalam tubuh dan pada hakikatnya dapat merusak bio molekul penting di dalam sel-sel termasuk DNA. Hal ini merupakan penyebab utama penyakit vatal, seperti serangan jantung, kanker hingga penuaan dini. JANTUNG KANKER PENUAAN DINI.

Molekul tersebut bersifat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya, biasanya “dicuri” dari sel tubuh lain. Hal inilah yang menyebabkan sel-sel tubuh rusak sehingga berujung penuaan dini.

Radikal bebas juga dapat menimbulkan perubahan kimiawi dan merusak berbagai komponen sel hidup, seperti protein, lipid, karbohidrat dan asam nukleat.

Bahayanya jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Radikal bebas merupakan jenis oksigen yang memiliki tingkat reaktif yang tinggi dan secara alami ada di dalam tubuh sebagai hasil dari reaksi  biokimia di dalam tubuh. Radikal bebas juga terdapat di luar tubuh (dilingkungan) sekitar kita yang berasal dari polusi, asap tembakau, penguapan alcohol yang belebihan, bahan pengawet dan pupuk, sinar ultra violet, X-ray dan ozon.

Radikal bebas secara alami ada dan terbentuk di dalam tubuh akibat dari proses biokimia/alamiah, radikal bebas juga terdapat di lingkungan sekitar.

Setiap kali bernafas dengan menghirup oksigen pasti terjadi oksidasi yang disebut oksidan. Oksidan inilah yang juga membentuk radikal bebas. Karena ketika tubuh kita mencerna makanan, selain menghasilkan energy, juga menghasilkan radikal bebas sebagai bagian dari metabolism tubuh.

Stess oksidatif adalah ketidakseimbangan antara radikal bebas dan anti oksidan  yang dipicu oleh dua kondisi umum yakni kurangnya anti oksidan dan kelebihan produksi radikal bebas. Keadaan stess oksidatif membawa pada kerusakan osidatif mulai dari tingkat sel, jaringan hingga ke organ tubuh, menyebabkan terjadinya percepatan proses penuaandan munculnya penyakit.

Kanker dan tumor banyak disepakati para ilmuan sebagai penyakit yang berawal dari mutasi gen atau DNA sel. Radikal bebas jelas berperan pada proses mutasi ini. Bahaya lainnya adalah bila bereaksi dengan low-density lipoprotein (LDL)-kolesterol menjadi bentuk yang reaktif sebagai factor resiko penyakit jantung.

Makanan dengan penyedap, pewarna, perasa, high kalori, high flat, rendah serat diduga menjadi sumber radikal bebas. 

Menjaga diri dari stress psikologis salah satu metode menghindari perubahan metabolisme yang mendadak dan berat bagi otak merupakan cara meredam terbentuknya radikal bebas.
Kalau ada oksidan ada anti oksidan  

Dalam tubuh manusia terjadi jutaan proses setiap saat, dan proses2 alami membutuhkan oksigen. Pada saat yang sama, oksigen bisa membuat efek samping berbahaya/yang disebut zat oksidan. “Oksidan”, umumnya juga dikenal dengan radikal bebas yang juga diperoleh melalui sumber  luar tubuh seperti paparan sinar matahari atau polusi lingkungan media lainnya termasuk stress, serta hal-hal dimasukkan ke dalam tubuh, seperti minuman berakohol, makanan yang tidak sehat dan asap rokok.

Dalam banyak cara yang sama, oksidasi berarti juga menciptakan “karat” yang biasa menyebabkan kerusakan pada permukaan benda mati dan oksidasi yang terjadi dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan sel. Radikal bebas yang dihasilkan oleh banyak factor ini akan menyerang sel-sel sehat, biasanya DNA serta protein dan lemak. Rantai panjang peristiwa ini akan melemahkan fungsi imunologi.

Antioksidan bisa dikatakan sebagai agen anti oksidasi atau zat yang berfungsi mengurangi efek berbahaya dari oksidan tadi, dengan cara mengikat bersama-sama dengan molekul-molekul berbahaya sehingga menurunnya daya merusaknya. Antioksidan juga dapat membantu memperbaiki kerusakan yang telah terjadi pada sel sehat. “MEMBERI ELEKTRON KE OKSIDAN TADI”

Enzim antioksidan tertentu diproduksi dalam tubuh. Dan antioksidan alami yang paling umum dikenal dengan superoxide dismutase, katalase dan glutathione. Superoxide Dismutase mengalami perubahan struktur oksidan dan turun menjadi hydrogen peroksida. Katalase pada gilirannya memecah hydrogen peroksida menjadi air dan partikel oksigen kecil atau gas. Glutathion adalah agen detoksifikasi yang mengikat racun yang berbeda untuk mengubah bentuknya, sehingga bisa meninggalkan tubuh sebagai limbah atau sampah tubuh.

Antioksidan banyak ditemukan dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau tua. Produk yang tinggi vitamin A, vitamin C, vitamin E dan beta karoten adalah yang diyakini paling menguntungkan. Nutrisi ini  biasanya ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran dengan warna kuat yang sehat. Warna orange dan merah pada paprika, tomat, bayam dan wortel, dll. Seberapa kita banyak makan sayur dan buah? Pasti TERBATAS.

Sementara setiap detik kita bernafas, berinteraksi dengan lingkungan makan minum, berfikir = MENUMPUK OKSIDANNYA

Yang menumpuk itu HARUS DIBUANG DENGAN DIBEKAM, DIKELUARKAN DARAHNYA.

Kenapa kita harus berbekam minimal satu bulan 1 kali? Itu untuk membuang oksidannya.

Posting Komentar