Review Jasa Memandikan Bayi Baru Lahir

Sabtu, 27 Februari 2021



Kehadiran buah hati di dalam keluarga pasti membawa kebahagian tersendiri bagi ibu dan ayah. Anak pertama atau anak setelah itu pasti rasa bahagia itu akan mereka rasakan. Tapi bagaimana jika ibu dan ayah ini belum ada pengalaman atau membutuhkan orang untuk memandikan bayi mereka? Biasanya nenek si bayi yang baru lahir kalau bisa memandikan, ia akan memandikan sendiri cucu kesayangannya itu. Tapi kalau tidak bisa, orang tua si bayi memanggil orang, memakai jasanya untuk memandikan bayi baru lahir. Kalau orang yang tidak terbiasa dengan bayi baru lahir maka akan merasa was-was saat memegang bayi apalagi saat memandikannya, perlu keterampilan khusus. Sebetulnya mudah asalkan sudah terbiasa, jika sudah terbiasa maka akan mudah untuk memegang bayi.
Hal ini saya alami, ibu saya dan suami tidak ada yang bisa memandikan bayi baru lahir. Saat saya lahir dulu pun, ibu saya memakai jasa orang lain untuk memandikan saya. Saat saya hamil anak pertama, suami mencari orang dekat rumah yang bisa memandikan bayi. Tahun 2017 lalu, memandikan bayi pagi dan sore, tarif yang dikenakan enam puluh ribu rupiah perhari, tarif yang menurut saya mahal. Saat itu hanya lima hari saya menggunakan jasanya, lima hari setelah puput tali pusat.

Kemudian saya mencari orang lain yang tidak hanya sekedar memandikan bayi, tapi juga membantu pekerjaan rumah, alhamdulillaah ketemu. Tarifnya tentu tidak dihitung harian, tapi ibu yang bantu hanya sampai selapan (empat puluh hari). 

Lahir anak kedua, saya juga menggunakan jasa orang untuk memandikan si baby. Sejak hamil saya booking orang yang dimaksud. Saya berniat untuk memakai jasa beliau selama satu bulan, tapi setelah pertimbangan tarif memandikan selama satu bulan terbilang lumayan merogoh kocek, saya memutuskan untuk memakai jasa beliau selama dua pekan. Saya pilih dua pekan sambil menunggu proses pemulihan tubuh pasca melahirkan. Setelah dua pekan, yang memandikan adek bayi adalah saya sendiri. Saat adek dimandikan terapis, saya melihat caranya dan meminta untuk diajarkan memandikan bayi. Sekarang saya sudah bisa memandikan baby sendiri.

Sebelumnya, saya sangat senang akhirnya adek bisa dimandikan terapis yang dimaksud karena beliau cukup dikenal dikalangan para ibu. Beliau membuka jasa baby care sendiri di rumahnya dan cukup aktif di media sosial. Beliau beralamat berbeda desa, kira-kira perjalanan ditempuh sekitar sepuluh menit menggunakan motor. Tapi sangat disayangkan karena jadwal mandi adek sering tidak sesuai jadwal. Jadwal mandi pagi sekitar jam setengah tujuh sampai jam tujuh, tetapi beliau kadang datang lebih dari jam itu. Memang di awal beliau pernah bilang kalau paling lama datang sampai jam setengah delapan. Mandi sore dijadwalkan jam tiga sampai jam setengah empat sore, tetapi terkadang saya tidak hitung berapa kali, beliau datang hampir jam empat sore. Saya jadi agak kerepotan mengatur jadwal mandi adek, karena air panas yang sudah dipersiapkan beberapa kali menjadi dingin, akhirnya airnya pun harus dimasak kembali.

Karena hanya dua pekan, saya tidak terlalu banyak menuntut. Setelah dua pekan berlalu, saya merasa lega karena saya bisa mengatur sendiri jadwal mandi adek. Saran saya untuk para ibu yang ingin memakai jasa memandikan bayi, sebaiknya diberitahukan jadwal yang pasti selama kedatangan memandikan bayi. Jadwal mandi sangat berpengaruh dengan jadwal kegiatan lain di rumah. 

Berikut tarif yang dipasang sang terapis untuk memandikan bayi baru lahir:

Memandikan pagi dan sore Rp. 60.000

Usia 0 sampai lepas tali pusar Rp. 350.000

Memandikan satu pekan Rp. 400.000

Paket bulanan (30 hari) Rp. 1.500.000

Paket selapan (36 hari) Rp. 1.800.000

Alhamdulillaah, adek hanya dua pekan dimandikan terapis, karena kalau sampai sebulan dengan jadwal yang tidak teratur, kegiatan lain di rumah e54weqdwrrrrrrrrr murat marit. Hehehe. 

Gentle Birth di Pare Bersama Bidan Denik Rumah Alodea

Selasa, 23 Februari 2021


لحمد لله رب العالمين بالنعمة التامة في كل حال
Dari awal perencanaan kehamilan sampai persalinan semuanya berjalan atas kemudahan dari Allah. Saat Amin akan berumur tiga tahun, kami, terutama saya memberanikan diri untuk hamil kembali. Sebagai perempuan, mengingat usia menjadi hal yang sangat dominan untuk punya anak di usia produktif.

Tak mudah untuk membuka lembaran baru atas pengalaman masa lalu pasca melahirkan Amin. Entah, setelah menikah dan melahirkan, saya lebih sensitif dengan hal-hal yang rasanya sepele. Kalau istilah kerennya, mungkin bisa dibilang "shock culture".

Setelah berdiskusi, bismillaah saya siap untuk punya baby lagi, kalau tidak begitu sampai kapan berencana punya baby lagi, in Syaa Allaah saat ini masih kuat untuk mengurus anak-anak sebelum tenaga terkisis dengan bertambahnya usia.

Maret 2020 rencana itu dimulai, April masih belum berhasil, alhamdulillaah Mei, Allah perkenankan do'a kami. Kalau bukan karena kuasa-Nya, itu tidak mungkin terjadi. Pun banyak keajaiban yang datang saat hamil. Dari laundry karpet yang tiba-tiba chat mau laundry karpet atau tidak, dan saat itu kami sangat butuh untuk melaundry karpet yang sudah kotor, padahal sebelumnya kami tidak pernah laundry di tempat itu. Lalu, ada pemberian satu buah nangka utuh yang belum dibuka, sedangkan saya hanya ingin beberapa buah saja tapi tidak ada di tempat biasa saya beli, dan yang lainnya lagi.

Pencarian provider pun dilakukan, pergi ke dokter kandungan, ke bidan, akhirnya menemukan provider yang sesuai diusia kehamilan tujuh bulan. Sebelumnya ada tiga provider yang saya datangi, baru kemudian mantap dengan provider yang ke-empat ini. Beliau adalah ibu Denik atau lengkapnya bidan Denik Setyaningrum. Beliau bidan di Pare bahkan baru satu-satunya bidan di Kediri yang mengusung konsep gentle birth dan instruktur prenatal gentle yoga untuk ibu hamil.

Sebenarnya sebelum pergi ke tiga provider sebelumnya, saya sudah mengontak bidan Denik dan menanyakan alamat untuk saya datangi. Setelah mengetahui alamat beliau berbeda desa, saya fikir sangat jauh untuk dijangkau.  Disisi lain beliau mengenakan cadar, ada rasa khawatir tidak cocok dengan suami. Akhirnya saya mencari tempat lain untuk periksa kehamilan namun ternyata belum sesuai hati, entah masih ada yang mengganjal, meski meyakinkan dengan hati, berhusnudhan pada Allah, tapi belum sepenuhnya bisa husnudhan, hanya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati. Sampai suatu saat saya bertemu teman yang sedang ada keperluan ke rumah, beliau bercerita dan menyarankan untuk periksa ke bidan Denik, alamat beliau juga tidak terlalu jauh, bahkan ada yang lebih jauh dari tempat saya.

Saya mencari informasi tentang bidan Denik melalui facebook seperti teman saya sampaikan, beliau selalu mengikuti informasi tentang persalinan yang dilakukan bidan Denik. Saya juga mencari informasi bidan Denik melalui instagram. Ibu milenial serba sosial media. Hehehe. Setelah saya menemukan yang dicari, saya sampaikan pada suami, alhamdulillah suami mengizinkan untuk periksa ke bidan Denik meski ada rasa tidak enak pada bidan sebelumnya yang tidak jauh dari rumah. Tapi itu tidak menjadi masalah, katanya sudah biasa dikalangan ibu hamil.

Kemudian bulan berikutnya saya ditemani suami dan si sulung pergi ke bidan Denik, dari hasil hitungan pekan, kehamilan saya sudah masuk dua puluh tujuh pekan, belum terlambat untuk mendapatkan persalinan yang nyaman dan diinginkan. 

Pemeriksaan demi pemeriksaan berjalan dengan baik, dengan sang provider saya belajar lagi serta memberdayakan diri, rutin melakukan prenatal gentle yoga dan lebih bertawakkal pada-Nya. Mendekati persalinan atau usia kehamilan tiga puluh enam pekan, saya diberikan lembaran "My Birth Plan" untuk dibaca dan disepakati. Menurut saya isinya adalah poin-poin keinginan calon ibu melahirkan untuk mendapatkan persalinan yang nyaman serta minim trauma dan hal-hal yang akan dilakukan oleh bidan Denik saat proses persalinan nanti, apabila ibu hamil setuju bisa diberikan tanda centang, jika tidak setuju bisa diabaikan. Kemudian, saya juga diberikan lembaran apa saja yang harus dibawa ke Rumah Alodea saat akan melahirkan. Lembaran list ini masih saya simpan, sedangkan lembaran "My Birth Plan" sudah saya berikan pada bidan Denik. Untuk ke depannya, In syaa Allah para ibu hamil yang bersedia untuk melakukan kegiatan harian religi akan diberikan lembar mutaba'ah yaumiyah atau list kegiatan harian selama kehamilan.

List barang bawaan melahirkan Rumah Alodea

Dokumentasi prenatal gentle yoga Rumah Alodea

Usia kehamilan tiga puluh delapan pekan, 27 Januari 2021 saya melakukan test swab antigen di Puskesmas Pare. Peraturan terbaru saat pandemi Covid-19 mengharuskan para ibu hamil untuk melakukan test. Test rapid atau swab antigen bisa dilakukan mulai usia tiga puluh tujuh pekan, saya mengikuti jadwal yang diberikan Puskesmas Pare. Test swab antigen khusus untuk ibu hamil di puskesmas tidak dikenankan biaya. Alhamdulillaah hasil test saya negatif.

Sampai akhirnya proses persalinan terlaksana sesuai dengan rencana. Tengah malam tanggal 28 Januari 2021, saya masih bisa menyelesaikan tugas menulis dari KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional). Niat ingin beristirahat setelah itu karena jam sudah berganti menjadi 00.04 ternyata gelombang cinta, semakin kuat terasa.

Masih belum yakin, apakah sebentar lagi akan bertemu sang baby. Saya masih menghitung kontraksi dan berencana ke bidan Denik setelah shubuh saat kebanyakan orang sudah bangun. Jam 2 dini hari saya masih bisa ke kamar mandi dan shalat malam. Setelah shalat, saya main gymball dengan berpegangan pada senderan kursi.

Setengah 3 si sulung bangun sambil menangis, jam 3 saya merasa ingin BAK dan ternyata sudah ada flek, setelah ke kamar mandi tidak BAK tapi rasa ingin mengejan. Saya langsung bangunkan suami untuk segera siap-siap berangkat. Kami berangkat ditemani kakak sekitar jam setengah 4 lebih. Sesampainya di rumah alodea jam 4, mbak bidandari Wanda membuka gerbang dan menyiapkan keperluan serangan persalinan fajar hari.

Saya segera ke ruang bersalin ditemani suami dengan rasa sudah tidak bisa ditunda lagi untuk adek bayi keluar. Ibu bidan pun datang dengan tenang sambil menyapa kemudian mengecek pembukaan, diakhir persalinan bu bidan bilang kalau tadi sudah pembukaan lengkap.

Bidan Denik menenangkan dan berupaya yang terbaik. Saya diminta untuk mengatur nafas, berpindah posisi, akhirnya ketuban pecah dan perlahan adek bayi mulai muncul, muncul, muncul dan keluar. Sekitar lima belas menit proses adek bayi bisa keluar. Bahu adek yang lebar mengharuskan saya mengejan dan mendapat sedikit jahitan karena lecet dibagian kiri. Adek bayi cantik keluar dengan berat tiga koma tujuh kilogram, panjang lima puluh satu centimeter.

Hanya pada-Mu lah kami bergantung wahai Pemilik Alam Semesta. Meminta pertolongan hanya pada-Mu Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Alhamdulillaah. Maa Syaa Allaah, tak terlukiskan kata bahagia setelah bersama dengan adek bayi. Rasa syukur, lega, haru melebur menjadi satu. Alhamdulillah bisa mewujudkan persalinan yang diinginkan, yang nyaman dan minim trauma, semua itu karena Allah yang menghendaki. Setelah melahirkan, adek bayi langsung IMD (Inisiasi Menyusui Dini) selama satu jam dan dilakukan DCC (Delayed Cord Clamping) atau penundaan penjepitan tali pusat.  Berikut sekilas mengenai DCC (Delayed Cord Clamping).

Pemotongan tali pusat oleh suami

Gagasan di balik "penundaan penjepitan tali pusat" (Delayed Cord Clamping) adalah bahwa membiarkan darah mengalir dari plasenta ke bayi selama beberapa menit berdampak baik bagi bayi.

Studi pada 2015 oleh peneliti Swedia dalam Journal of American Medical Association Pediatrics mendukung teori ini, membuktikan bahwa manfaatnya meluas hingga masa anak-anak.

Manfaat jangka pendek

Penelitian menemukan menunda penjepitan dan pemotongan tali pusat setidaknya satu menit setelah kelahiran memungkinkan lebih banyak waktu bagi darah untuk bergerak dari plasenta.

* Penundaan secara signifikan meningkatkan simpanan zat besi dan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir dan tidak meningkatkan risiko pada ibu.

* Bayi baru lahir dengan penundaan pemotongan tali pusar memiliki kadar hemoglobin lebih tinggi 24 hingga 48 jam.

* Bayi juga lebih kurang berisiko kekurangan zat besi tiga hingga enam bulan setelah kelahiran, dibandingkan bayi cukup bulan dengan pemotongan tali pusat dini.

* Berat lahir juga secara signifikan lebih tinggi secara rata-rata pada kelompok penjepitan tertunda karena bayi menerima lebih banyak darah dari ibu.

* Bagi ibu, penundaan tidak meningkatkan risiko perdarahan postpartum yang parah, kehilangan darah atau penurunan kadar hemoglobin pada ibu.


Manfaat jangka panjang

 * Studi yang sama menemukan meskipun perkembangan keseluruhan anak sama, anak berusia empat tahun yang mengalami penundaan pemotongan tali pusat memiliki keterampilan motorik yang lebih baik.

* Seperti menggambar dan mengancingkan kancing, dibandingkan mereka yang tali pusatnya dipotong dalam 10 detik.

* "Manfaat utama adalah peningkatan fungsi motorik halus," kata penulis utama penelitian dan seorang dokter anak dan peneliti di Universitas Uppsala di Swedia Ola Andersson.

* Riset ini mendukung studi 2011, yang menunjukkan bahwa bayi yang mengalami penundaan lebih kecil kemungkinan mengalami kekurangan zat besi pada usia empat bulan. Penyebabnya adalah darah ekstra yang mereka terima saat lahir meningkatkan cadangan zat besi mereka. Zat besi penting untuk perkembangan otak, dan studi baru ini mengungkapkan efek jangka panjang dari peningkatan zat besi dari DCC (Delayed Cord Clamping).

Informasi tentang DCC disadur dari https://www.medcom.id/rona/kesehatan/wkB7w0DK-apa-saja-manfaat-menunda-pemotongan-tali-pusat-berikut-informasinya

Setelah melahirkan di kamar bersalin, saya diminta pindah ke kamar nifas. Saya diberi perlengkapan mandi yang terdiri dari tempat perlengkapan mandi, dua sachet shampoo, sabun batang, sikat gigi, odol kecil, washlap kecil, kassa dan sendal Rumah Alodea. Meski sebelumnya saya sudah membawa perlengkapan mandi sendiri. Karena tidak membawa betadine, saya meminta betadine untuk saya gunakan.

Perlengkapan mandi dari Rumah Alodea

Pelayanan yang lainnya adalah menu makan yang disediakan Rumah Alodea adalah menu makan seperti di rumah sakit, makanannya higienis, penuh gizi dan enak. Menu makan pagi, siang dan sore berbeda. Nasi sebagai karbohidrat sudah pasti ada, selalu ada sayur, lauk pauk, buah, air mineral, dan obat. Saya baru ingat untuk menyimpan kenangan ini ketika makan sore tiba, jadi saya hanya memfoto menu makan sore.

Menu makan sore Rumah Alodea

Ada suami, mbak dan si sulung yang menemani di kamar nifas. Suami hanya pulang ke rumah setelah shalat Jumát di masjid tidak jauh dari Rumah Alodea, beliau pulang karena mengurus acara brokoan (adat di sekitar rumah dengan mengundang kerabat atau tetangga terdekat) dan penguburan ari-ari. Kemudian kami semua pulang dari Rumah Alodea setelah 'isya. Sebelum pulang, saya dibekali pesan untuk ibu nifas dan adek bayi, setelah itu kami pun berfoto bersama. Saya merasa ibu Denik seperti kakak saya, entah, jadi ada rasa sayang untuk beliau. Alhamdulillaah.

Kebersamaan dengan team Rumah Alodea

Acara brokoan adat setempat

Rumah Alodea juga memberikan souvenir Al-Qur'an hafalan, di dalam box Al-Qur'an ada mini kalender 2021 dan buku saku do'a pagi petang, bantal Rumah Alodea dan tas pink cantik.


Souvenir Rumah Alodea

Mungkin ada yang penasaran berapa biaya bersalin di Rumah Alodea. Biaya saat saya melahirkan, kurang dari dua juta rupiah, ibu bisa bertanya pada admin Rumah Alodea untuk biaya pastinya, dikhawatirkan ada perubahan biaya dengan berjalannya waktu. 

 
Terima kasih ibu bidandari Denik, mbak bidandari Wanda, kurang mbak bidandari Ummi yang biasa ada, sebelumnya ada mbak bidandari Bella dan mbak Oris yang bersamai juga di prenatal gentle yoga. Terima kasih sudah bersamai kami melalui proses persalinan yang nyaman, minim trauma dan penuh cinta. Terima kasih atas ilmu dan pelayanan yang diberikan pada kami. Baarakallaahu fiikunna. 

Baru-baru ini, bidan Denik sudah mengantongi lisensi Persalinan Maryam dan Senam Maryam. Bagi para ibu hamil yang ingin merasakan persalinan dan senam Maryam yang digagas oleh ibu Mugi Rahayu asal Yogyakarta, kini bisa dirasakan di Pare. Bagi para ibu hamil yang ingin merasakan treatment atau layanan dari bidan Denik, silakan melakukan reservasi melalui admin Rumah Alodea terlebih dahulu, jangan sampai setelah sampai di lokasi ditolak karena belum reservasi ya. Selain pelayanan kebidanan, Rumah Alodea juga menyediakan layanan baby care, prenatal gentle yoga dan newborn photography.

Semoga bermanfaat. Alhamdulillaah.