Konsisten Membaca Al-Qur'an Satu Hari Satu Juz. Mengapa Tidak?!

Senin, 29 Maret 2021

Bismillaah.

Sahabat, membaca Al-Qur'an sangat banyak manfaatnya, salah satunya adalah hati menjadi tenang. Hati yang tenang akan diliputi rasa syukur dan ketentraman. Namun banyak orang di era digital sosialita ini menjadi lupa untuk membaca Al-Qur'an. Mereka banyak berlama-lama di depan layar gadget atau media elektronik lainnya. Sebenarnya sangat sayang untuk tidak membaca Al-Qur'an.

“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya pada hari kiamat nanti akan datang memberikan syafaat yang baik kepada pembacanya.” (HR. Muslim)”

Banyak pula yang meninggalkan buku bacaan untuk sekedar membuka status orang lain, mengecek grup whatsapp, betah di beranda facebook dan lain sebagainya. Hal tersebut sangat wajar dilakukan oleh manusia zaman now, asalkan tidak lupa untuk mengingat Allah dan membaca tuntunan kehidupan, yaitu Al-Qur'an. Ditambah mentadabburi isi Al-Qur'an sangatlah luar biasa.

Menurut pengalaman saya, ada 5 waktu untuk tetap konsisten membaca Al-Qur'an minimal satu juz setiap hari.

1. Waktu sepertiga malam setelah shalat tahajjud

dokumentasi satujam.com

Waktu sepertiga malam adalah waktu yang paling syahdu bercengkrama dengan Sang Maha Pencipta. Suasana malam yang sunyi menjadikan seorang hamba bertambah khusyu beribadah pada-Nya. Keutamaannya pun luar biasa.

"Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang muslim meminta suatu kebaikan di dunia maupun di akhirat kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam." (HR. Muslim)

Ditinjau dari segi kesehatan, ternyata shalat tahajjud mampu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kegemukan atau obesitas, terhindar dari stress, dan lain lain. Hal ini dikaitkan dengan kadar hormon kortisol dalam tubuh yang menurun pada seseorang yang rutin shalat tahajjud.

Bertambah syahdu selesai shalat tahajjud diikuti dengan membaca Al-Qur'an, hening dan rasanya bertambah tenang.

2. Waktu setiap setelah shalat 5 waktu

dokumentasi dubaiumrah.com

Allah memberikan waktu shalat sebanyak lima kali. Waktu shalat adalah waktu untuk memudahkan manusia mengatur kegiatan dan aktifitasnya, baik kegiatan duniawi maupun ukhrowi.

Terdapat tiga puluh juz dalam Al-Qur'an, setiap juz terdiri dari sepuluh lembar. Kita bisa membagi sepuluh lembar dengan waktu shalat. Shalat shubuh dua lembar, dhuhur dua lembar, ashar dua lembar, maghrib dua lembar dan 'isya dua lembar. Semuanya berjumlah sepuluh lembar.

Apabila dalam satu waktu shalat tidak bisa membaca dua lembar, maka pada waktu shalat selanjutnya kita lengkapi. Begitu seterusnya. Pembagian ini memudahkan untuk menyelesaikan satu juz dengan sistem menyicil, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. 

3. Waktu setelah shalat shubuh

dokumentasi wisatanabawi.com

Waktu shubuh menandakan aktifitas sehari-hari sudah siap untuk dilakukan. Sebelum beraktifitas, sebagian orang menunggu waktu fajar dengan berdzikir dan membaca Al-Qur'an. 

Kita bisa memulai membaca Al-Qur'an langsung satu juz atau dengan sistem menyicil bacaan sebanyak dua lembar. Karena waktu shubuh adalah waktu memulai hari baru diikuti dengan empat waktu shalat lainnya. Satu juz terdiri dari sepuluh lembar, jadi sepuluh lembar dibagi lima, hasilnya masing-masing waktu adalah dua lembar.

4. Waktu setelah shalat maghrib

dokumentasi wisatanabawi.com

Waktu maghrib adalah waktu dimana biasanya banyak pekerjaan sudah selesai. Banyak orang yang bekerja mulai pagi hari dan selesai sore hari. 

Setelah semua pekerjaan selesai, waktu setelah shalat magrib adalah waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur'an. Bagi yang sudah berkeluarga, orang tua bisa mengajak putra-putri mereka ikut membaca Al-Qur'an. 

Menurut hasil penelitian, membaca Al-Qur'an setelah maghrib dan shubuh dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80%, karena pada saat itu ada pergantian dari siang ke malam dan malam ke siang hari. Disamping itu ada tiga aktifitas yang bersamaan, yaitu membaca, melihat dan mendengar.

5. Waktu menjelang tidur malam

dokumentasi dreamstime.com

Mungkin kita termasuk orang yang sibuk dari mulai bangun tidur sampai malam hari. 24 jam serasa tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu tiga puluh menit sampai satu jam untuk membaca Al-Qur'an. Berapa banyak ayat yang kita baca, sudah pasti Allah akan melipat gandakan dengan kebaikan. 

Dari ummul mu'minin 'Aisyah radliyallahu 'anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ ))

"Yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan membacanya, maka baginya dua pahala. (Al-Bukhari 4937, Muslim 244)


عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ 

اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

'Abdullah bin Mas'ud radliyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf."" (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab shahih Al-Jami' no.6469)  

In syaa Allah dengan konsisten membaca Al-Qur'an setiap hari baik satu halaman maupun satu juz, Allah akan memberikan sesuatu yang tidak terduga. Allah datangkan kemudahan urusan, rizqi, taufiq dan hidayah serta syafaat-Nya. In syaa Allah, biidznillah.


Posting Komentar