Rahasia Tetap Awet Muda Dengan Mengetahui Tanda-Tanda Penuaan Dalam Tubuh

Rabu, 31 Maret 2021

Berapapun usia seseorang, ia tetap menginginkan agar kelihatan lebih muda lebih lama lagi. Untuk  itulah perlu perawatan kulit agar kulit tidak menjadi lebih tua mendahului usia. Yang harus diingat adalah adanya tanda penuaan pada kulit berarti terjadi juga proses penuaan pada organ tubuh lainnya, seperti jantung, tulang, otak, paru-paru dan sebagainya  Karena itu perlu usaha untuk mencegah atau setidaknya memperlambat proses penuaan.

Sebagai organ terbesar, kulit terbentuk dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan. Kulit terdiri dari lapisan epidermis, dermis, dan jaringan bawah dermis.

Kulit mempunyai berbagai fungsi, yaitu proteksi terutama dari sengatan sinar matahari, sekresi (mengeluarkan bahan-bahan yang tidak berguna) termoregulasi (mengatur suhu badan), sensorik, ekspresi, produksi vitamin, respirasi dan penyerapan.

Selain itu kulit mempunyai fungsi penting dalam estetika dan sebagai ekspresi emosional. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologi.

Secara fisik, kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel lapisan kulit.

Lapisan kulit terluar (epidermis) selalu tumbuh dan mengelupas kembali. Karena itu kulit selalu perlu dibersihkan agar kulit mati yang masih menempel bisa mengelupas, sehingga kulit selalu tampak segar.
Kulit juga merupakan pertanda dari perubahan sistem tubuh secara umum, misalnya proses penuaan yang terjadi pada setiap organ ditubuh, maka kulit akan memberikan tanda paling awal.
Untuk memperlambat proses penuaan kulit, perlu antioksidan yang cukup.
Proses penuaan menyebabkan perubahan pada kolagen dan elastin, jaringan ikat yang membuat kulit kita kencang dan elastis.
Proses penuaan tersebut bersifat individual. Karena itu hilangnya kekencangan dan elastisitas kulit terjadi pada kecepatan dan saat yang berbeda pada seseorang bila dibandingkan dengan orang lain. Ketika kulit menjadi kurang elastis maka kulit juga menjadi lebih kering, jaringan lemak di bawah kulit mulai berkurang, akibatnya kulit menjadi kendor dan keriput. Kulit mungkin menjadi gatal ketika kulit bertambah kering.

Paparan sinar matahari berlebihan dan terus menerus bertanggung jawab atas perubahan penampilan kulit terkait usia, seperti bintik pegmentasi, permukaan kasar, kerutan dan pelebaran pembuluh darah. Sumber antioksidan yang baik dan bisa memutus reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh.

Dengan mengurangi asupan kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak akan mengurangi terbentuknya radikal bebas. Kalori dapat mempercepat penuaan dini karena untuk mengubahnya menjadi energy diperlukan lebih banyak oksigen. Sedangkan oksigen yang berlebihan akan memicu terbentuknya radikal bebas yang bersumber dari senyawa reaktif oksigen.

Sebagai antioksidan kuat, fungsi betakaroten, vitamin C dan E, serta selenium saling berkaitan. Ketika vitamin tersebut menangkap radikal bebas dengan memberikan salah satu elektronnya, maka vitamin pun berubah menjadi radikal. Namun tidak perlu khawatir karena ada glutation. Selain menangkap radikal bebas, glutation juga mendonorkan elektronnya ke vitamin radikal sehingga vitamin kembali menjadi antioksidan. Sedangkan selenium penting untuk menghasilkan glutation. Juga bekerja sama dengan  vitamin E untuk menangkap radikal bebas.

Sumber: resume yang pernah saya dapat di kelas Thibbun Nabawi yang materinya mengenai AFM (Anatomi Fisiologi Tubuh) oleh Dr. Zein.

Posting Komentar