Alhamdulillahirabbil 'aalamiin. Puji syukur yang tak terhingga pada Allah. Setiap nafas yang berhembus, mata yang berkedip, telinga yang masih mendengar dan lain sebagainya. Allah masih memberikan nikmatNya yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Ramadlan tahun ini keluarga kecil kami bertambah personil. Bayi perempuan yang kami beri nama Az-Zahra hadir tiga bulan sebelum ramadlan. Sepaket cinta pun kami dapatkan, manisnya ia dan segala keriwehan yang terjadi di bulan pertama kelahirannya. Kami masih beradaptasi untuk memanage segala kegiatan di rumah. Sang kakak laki-laki yang sering membuat dag dig dug karena sangat cemburu dengan adiknya yang selalu dekat dengan ibunya.

Saya harus ikut merasakan rasa cemburu sang kakak dengan tetap memerhatikannya. Rasa cemburu yang sebenarnya tidak saya rasakan, saya masih kesulitan untuk bisa mendalami rasa itu. Alhasil si kakak masih iseng pada adiknya.

Dibalik keriwehan itu, saya masih terkagum-kagum dengan ciptaan-Nya yang sungguh luar biasa. Saat Az-Zahra membuka matanya, menggerakkan jari-jemarinya, menangis, menendang-nendang, dan lainnya. Allah menitipkan amanah baru yang bernyawa. Awalnya hanya kami berdua, kemudian bertiga dan sekarang berempat.

Tatapan matanya sungguh menyejukkan hati. Saat ia memandang saya, tersenyum dan sumringah ketika diajak berbicara. Maa Syaa Allah. Tak hentinya lisan ini berucap syukur padaMu ya Allah. Dua tahun lalu saat hati ini terenyuh di majelis ilmu Masjid 4 Mei yang kedatangan Ustadz Salim A. Fillah, saya berdo'a semoga dihadirkan anak perempuan seperti anak yang saya lihat berjalan-jalan tak jauh dengan ibunya.

Saya berikhtiar dan terus berdo'a, alhamdulillah satu tahun setelahnya, saat saya benar-benar mantap dan menjalani promil, Allah memberikan kehidupan itu di dalam rahim saya. Allah permudahkan semuanya. Semoga Allah memberikan kami kesabaran dan kemudahan dalam mengasuh, merawat dan mendidik anak-anak kami.

Ramadlan tahun ini, ramadlan kedua kalinya yang kita lalui di saat pandemi, peraturan mudik sudah diberlakukan tapi banyak keganjilan sana sini. Tahun ini pula kami tidak mudik ke kampung halaman saya di Jawa Barat. In syaa Allah suatu hari bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar di sana. 

Untuk teman-teman yang sedang dalam penantian buah hati atau menanti jodohnya, semoga Allah menjawab do'a-do'anya. Bulan Ramadlan, bulan yang do'anya in syaa Allah mustajab, kita banyak berdo'a dan tingkatkan ibadah pada Sang Maha Rahim. Semoga Allah menghendaki. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.